Keindahan yang Tertutupi




                                                                        
Mungkin kalian adalah salah satu orang yang tidak tahu kabupaten yang bernama Bantaeng. Kabupaten yang terletak paling ujung di pulau sulawesi dan jika dilihat di peta-peta sekolah, banyak yang tidak mencantumkan daerah butta toa di Sulawesi selatan itu. Dan Siapapun yang mengenal kabupaten itu, mungkin  Dia adalah orang yang paling pintar di pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) semasa sekolahnya.  Sangatlah wajar jikalau kabupaten yang hanya memiliki luas wilayah 395,83 km2   tidak dikenal dimata orang karena letaknya yang sudah paling ujung dan begitu jauh dari jangkauan ibu kota. Terlalu kecil dibanding luas seluruh pulau sulawesi atau khususnya provinsi Sulawesi Selatan yang hanya mencapai 0,63% dari luas wilayah Sulawesi selatan. Apalagi jika dibandingkan daerah yang cukup famous seperti Bali, Yogya dan daerah lainnya yang sudah terkenal, Tak adalah artinya walau dari segi geografis luas wilayahnya tidak jauh beda, tetapi begitulah indonesia yang hanya memperkenalkan terlebih dahulu jawa-nya sebelum melirik daerah lain diluar sana. Ada yang perlu diketahui dari  Daerah yang berpenduduk +_ 150.000 yang dikacamata masyarakat pada umumnya hanya seperti itu. Perlu diketahui yaitu history, pemandangan alam potensi wisata dan tata kelola kota  yang tak kalah jauh dari daerah yang sudah terkenal wisatanya di Indonesia


Kabupaten Bantaeng adalah kabupaten yang dahulunya adalah kerajaan (Kerajaan Bantayan). Pada masa itu dipimpin pertama oleh Mula Tau yang bergelar Tau Toa. Memimpin dari tahun  1254-1293. Masa kerajaan ini pun mulai dari abad  XII dan berakhir pada masa setelah kemerdakan. Dan secara beriringan juga berjalannya sistem birokrasi yang dikuasai oleh hindia belanda dan mereka juga sempat menamakan Bantayan ini dengan nama Bonthain. Setelah masa kerajaan berakhir dan indonesia pun berhasil mengusir penjajah maka dimulai lah babak baru di Bonthain ini. Dimulai dari masa pemerintahan NIT (Negara Indonesia Timur)  dan RIS (Republik Indonesia Serikat) hingga akhirnya dibentuklah Bonthain menjadi Kabupaten dengan nama yang sesuai lafaldz/ejaan masyarakat yaitu Bantaeng. Kabupaten ini berubah dalam hal sistem birokrasi Berdasarkan Undang-undang Nomor 29 Tahun 1959 , maka dari itu status yang diberikan pada masa Hindia-Belanda ‘Afdeeling’ Berakhir dan selanjutnya menjadi Kabupaten Daerah Tingkat II.

Selain History Kabupaten Bantaeng yang begitu panjang nan berliku sehingga dijuluki Kabupaten ‘Butta Toa” (Tanah Tua), kabupaten ini juga memiliki pemandangan Alam yang tak kalah jauh dengan pemandangan sunrise dan pemandangan alam lainnya yang ada di Pulau dewata Bali, atau kota jogja yang berhati nyaman. Misalnya saja, pada pagi hari adalah waktu yang paling tepat untuk menikmati segarnya udara pagi kabupaten bantaeng. Tempat yang paling tepat ketika ingin melihat matahari pagi atau biasa yang disebut sunrise itu bisa dinikmati di jalan lingkar yang suasananya masih natural sawah. Disana akan disajikan suasana klasik pagi hari semacam didesa yang indah. Selain itu, tempat yang bisa dinikmati untuk menghirup udara pagi kabupaten bantaeng yang masih jauh dari polusi udara , yaitu pantai seruni. Disana bisa menikmati segarnya tepi pantai seperti di pantai losari tetapi sangat berbeda karena di pantai losari pada pagi hari aktivitas masyarakatnya sudah sangat padat. Pantai yang masih bersih dan memiliki wahana mini bermain untuk anak-anak sehingga semua umur bisa menikmati khidmatnya pagi hari di kabupaten Bantaeng.

Berbicara tentang daerah, kurang rasanya jika tak membahas tentang wisatanya. Potensi wisata yang ada di 150 KM dari kota makassar ini begitu besar. Ada beberapa wisata yang wajib dikunjungi saat menepi di butta toa ini, berikut listnya :
1.      Hutan wisata Gunung Loka dan Resort Outbond
2.      Pantai Seruni
3.      Air terjun Bisappu
4.      Wisata Agro  Buah Muntea Kharisma Butta Toa
5.      Pantai Pasir Putih (Marina)

Bantaeng begitu melimpah kekayaan alamnya yang bisa dikunjungi. Mulai dari dataran rendah yaitu pantai-pantai yang masih natural untuk dinikmati semua jenis usia hingga wisata datara tinggi yaitu wisata air terjun, wisata gunung dan buah-buahan yang tumbuh dengan subur disana. Misalnya saja di dataran rendah dengan pantai seruni yang bisa dinikmati oleh muda-mudi hingga berumur setiap waktu karena disana selain segarnya pagi hari dengan natural pantainya, ternyata sore harinya juga ramai dengan pengunjung untuk menikmati suasana sunrise sambil menikmati hidangan pesisir pantai oleh penjual yang menyediakan berbagai minuman dan makanan khas Bantaeng. Sedangkan di dataran tingginya, bisa menikmati keindahan Air terjun Bisappu yang masih jernih airnya dan segar panoramanya cukup cantik untuk menjadi salah satu tempat favorit bagi yang menyukai duniat fotografi. Selain itu wisatawan juga bisa berkunjung ke wisata buah dengan buah-buahan apel dan strawberry yang segar langsung bisa dinikmati disana.

            Kurang cukup rasanya jika hanya sekedar untuk memamerkan keindahan kabupaten bantaeng kalau hanya membahas potensi wisata alamnya. Di kabupaten itu sendiri, saat ini sangat ramai dibicarakan oleh media dan masyarakat pada umunya. Mengapa demikian? Apa lagi kalau bukan pertumbuhan pembangunan dan tata kelola nya yang lagi berkembang hingga sekarang. Ada beberapa yang lagi hangat dibicarakan, antara lain : Tata kelola ruang publik, Jalan raya (Akses) dan Rumah sakit yang awalnya dicanangkan menjadi Rumah sakit internasional. Jika pun jadi, maka RS tersebut satu-satunya yang dimiliki kabupaten dan bertaraf internasional. Perlu diketahui tata kelola kabupaten yang sedang maju ini dikarenakan oleh perubahan pemimpin dari cara mengelolanya dan hal lainnya yang dahulu seakan tak ingin maju. 

            Indonesia memang punya banyak ragam budaya, alam dan hal lainnya yang dapat mengundang banyak wisatawan dan menjadi magnet daya tarik negara lain. Tetapi apalah artinya ketika kekayaan itu tidak semuanya terlihat. Indonesia akan lebih kaya, akan lebih cantik jika semuanya terlihat dan dikelola dengan sama rata. Jadi, tengoklah walaupun pelosok sekalipun. Karena keindahan itu ada disana dan marilah kita bersama-sama memolesnya sehingga keindahan alam di Indonesia bukan Cuma jawa ataupun dipulau yang berada didekatknya. Melainkan seluruhnya, yaitu Keindahan Republik Indonesia.

Komentar

Posting Komentar