Malam ini tak seperti biasanya kurasakan akumulasi permasalahanku. Ditemani oleh putaran kipas angin dan sunyinya kamar bercat biru ini menambah suasana hati yang terasa haru biru. Kuresapi terus apa yang sebenarnya kurasakan malam ini. apakah hanya bayang semu yang terus tergepul disarang aliran darahku sehingga sulit untuk diterjemahkan oleh saraf saraf otakku atau malam ini adalah momentum rasa gelisah yang kualami dari serpihan-serpihan sebelumnya?
Aku takut menerjemahkannya lebih jauh. Maka kubuatlah hipotesis sesuai bangunan hipotesis dan kerangka berfikirku yang sejalan. Kutelusuri refrensi langkahku sebelumnya dan akhirnya kutemukan batasan masalahnya walaupun hanya secercah cahaya. Itu adalah masalah tapi kata ahli strategik, tidak ada goal tanpa ada kendala. Jadi untuk mencapai titik itu ada kendala yang memacu psikomotorik untuk mencapai goal.
Tak usahlah aku berlama-lama dengan intro musikku ini. aku cuma ingin bercerita kalau malam ini aku merasa resah karena aku sadar bahwa itulah aku. Tetapi tiada yang lebih manis daripada kamu sama sekali tidak mengetahuinya. aku coba menerjemahkan keinginanku untuk suatu perubahan yang biasa aku lakukan 3 atau 4 bulan sekali dalam kegiatan bersama kawan-kawanku. Kucoba pahamkan diriku bagaimana untuk menjelaskan maksudku untuk kalian. Tetapi maaf aku ternyata terlalu skeptis untuk sebuah kepercayaan. Aku terlalu cepat mengambil kesimpulan dan ternyata aku sadar bahwa kegelisahanku tak ada yang akan melanjutkan perjalanan ini ternyata hanya kegelisahan kosong yang penuh dengan ambisi kesempurnaan.
Inilah yang aku inginkan. Ambillah yang sepatutnya engkau ambil. aku menginginkan kedepannya engkau jauh lebih baik. Berceritalah dan jalani labirin-labirinnya. Aku tak akan menuntut engkau lagi untuk sebuah kesempurnaan. Aku cuma pinta satu hal yaitu lanjutkan hikayat ini untuk dibacakan digenerasi sesudahmu begitupun selanjutnya. dan engkau akan mengetahui nikmatnya bercinta dengan hikayat yang biasa kita sebut artefak atau tempat kita menamatkan hasil pemikiran-pemikiran kita. Sekali lagi, aku tak akan menuntutmu untuk seperti ku lagi. Maka berkreasilah kawan. Buatlah warna untuk generasimu karena seni mengukir diatas kertas tak seperti rumus-rumus yang membuatmu linglung dalam kelas. Semuanya bebas, liar asalkan konsisten!
Aku takut menerjemahkannya lebih jauh. Maka kubuatlah hipotesis sesuai bangunan hipotesis dan kerangka berfikirku yang sejalan. Kutelusuri refrensi langkahku sebelumnya dan akhirnya kutemukan batasan masalahnya walaupun hanya secercah cahaya. Itu adalah masalah tapi kata ahli strategik, tidak ada goal tanpa ada kendala. Jadi untuk mencapai titik itu ada kendala yang memacu psikomotorik untuk mencapai goal.
Tak usahlah aku berlama-lama dengan intro musikku ini. aku cuma ingin bercerita kalau malam ini aku merasa resah karena aku sadar bahwa itulah aku. Tetapi tiada yang lebih manis daripada kamu sama sekali tidak mengetahuinya. aku coba menerjemahkan keinginanku untuk suatu perubahan yang biasa aku lakukan 3 atau 4 bulan sekali dalam kegiatan bersama kawan-kawanku. Kucoba pahamkan diriku bagaimana untuk menjelaskan maksudku untuk kalian. Tetapi maaf aku ternyata terlalu skeptis untuk sebuah kepercayaan. Aku terlalu cepat mengambil kesimpulan dan ternyata aku sadar bahwa kegelisahanku tak ada yang akan melanjutkan perjalanan ini ternyata hanya kegelisahan kosong yang penuh dengan ambisi kesempurnaan.
Inilah yang aku inginkan. Ambillah yang sepatutnya engkau ambil. aku menginginkan kedepannya engkau jauh lebih baik. Berceritalah dan jalani labirin-labirinnya. Aku tak akan menuntut engkau lagi untuk sebuah kesempurnaan. Aku cuma pinta satu hal yaitu lanjutkan hikayat ini untuk dibacakan digenerasi sesudahmu begitupun selanjutnya. dan engkau akan mengetahui nikmatnya bercinta dengan hikayat yang biasa kita sebut artefak atau tempat kita menamatkan hasil pemikiran-pemikiran kita. Sekali lagi, aku tak akan menuntutmu untuk seperti ku lagi. Maka berkreasilah kawan. Buatlah warna untuk generasimu karena seni mengukir diatas kertas tak seperti rumus-rumus yang membuatmu linglung dalam kelas. Semuanya bebas, liar asalkan konsisten!
Komentar
Posting Komentar