Beginilah, Cerita Sang Senior Marketing Akhirnya Sadar Pentingnya Minum Jahe!





Siang itu udara tak begitu bersahabat seperti hari-hari kemarin.  wajah yang agak memuram tak seperti biasanya ditunjukkan beberapa orang. Tapi bagaimanapun kondisi seseorang, dunia tetap memaksamu untuk beraktivitas agar tetap mendapatkan hasil dari apa yang diusahkannya.

kumandang adzan jum’at pun memanggil semua muslim untuk beranjak dari aktivitas dunianya. Berbeda dengan urusan ini. aktivitas dunia akan selalu di nomor duakan apabila peringatan ini telah memanggil.

Seperti biasanya, semua kaum adam umat muslim akan berbondong-bondong menuju rumah ibadah. Nah, yang menarik dari kaum adam ini, mereka memiliki motivasi masing-masing dan unik yang membuat mereka mempercepat atau lebih dahulu menyegerakan langkahnya untuk beribadah. Kata seorang teman, dalam sebuah obrolan beberapa jumat yang lalu, “Ada banyak nih motivasi cowok-cowok biar mau menyegerakan langkahnya ke rumah ibadah, diantaranya mungkin bisa disediakan prasmanan ala ala nikahan” kata pepep sambil tertawa kecil. Yaa, begitulah, di rumah ibadah itu biasanya disediakan beberapa minuman, diantaranya air mineral, teh hangat, susu jahe/jahe hangat.

Jumat kali ini terasa berbeda dari jumat sebelum-sebelumnya. Ya maklum saja, karena beberapa kawan sedang mudik. Hehe

Pada jumat yang agak berbeda tapi tetap berkah ini, ada obrolam kecil terjadi setelah salah satu teman sedang meminum seteguk susu jahe hangatnya. Ditengah asyiknya meneguk minumnya yang cukup segar itu, dia berucap,”eh, tau ga, inilah penyebab aku ga sakit dalam beberapa bulan ini. yaa gara-gara minum jahe ini setiap seminggu sekali lumayan bisa meredakan gejala sakit ketika akan menghampiriku” kata jejep . “ho o pooo? Tenanan? Aku ki koyok’e arep radang (Iyakah?  Aku nih kayaknya mau sakit tenggorokan deh)”, sambut fafan dengan muka tak percaya sambil berdiri tak percaya. “iya fan, beneran aku. Dulu aku kalau kena AC, sering banget batuk dan radang gitu setiap bulannya” lanjut jejep . “Aaah tak minum juga lah,” jawab fafan sambil mendekati gerobak minum di masjid.

Wow. Baru kali ini jejep merasa berhasil membuat senior marketing termakan omongan gaya tulisan“copy” nya. Wuihh ternyata dunia copy writing itu tidak hanya bisa digunakan untuk bisnis. Tapi bisa juga digunakan untuk dunia kesehatan, dunia shalat menyalat, maupun kepolisian.

Contohnya untuk dunia shalat menayalat. Beberapa dinding masjid sering tertulis “Yuk shalat!” menurut hemat saya, ini cukup bagus dalam dunia copy writing. Tapi alangkah bagusnya lagi diberikan penekanan dengan point yang membuatnya ingin menjawab. Misalnya “Sudahkah anda shalat?” .. Kalau mau lebih apik lagi, mungkin dengan “Sudahkah anda shalat dan mengingat Seberapa banyak pahala yang ingin kamu bawa di dunia akhirat?” kalau dalam headline copy writing itu adalah penekanan ganda.

Selamat belajar copy writing untuk berbagai aspek ;)

Komentar