"Revolusi! Revolusi besar-besaran wajah kusam masyarakat Indonesia tahun ini!"
Mengapa?
Saya menganalogikan 'wajah kusam' sebagai status sosial masyarakat Indonesia.
Bisa dilihat wajah masyarakat Indonesia saat ini, banyak yang mendadak kinclong alias
kata orang kebanyakan, itu oplas. haha
Hendak saya terpacu ingin menulis tentang ini,
ketika ingin beranjak dari kursi menuju sajadah panjang shalat shubuh tadi.
surat kabar Harian Amanah,
Koran lokal Sulawesi selatan tertanggal, Senin 4 Juli 2016 yang sangat memacu indra
saya untuk membacanya. Dalam judul nya tertulis, ' Jumlah Pemudik Angkutan Udara
Diprediksi Tertinggi '.
Wow Bangeet kan!
Tapi, alhmdulillah godaan headline itu tidak lebih ampuh dari sajadah panjang dan tulisan
ayat suci Al-quran.. heheh
Hingga pada akhirnya, saya membacanya usai melaksanakan kewajiban ruh saya kepada Nya.
Menteri perhubungan Bapak Ignatius jonan mengatakanbahwa Pertama kali dalam sejarah operasi angkutan lebaran di Indonesia, jumlah penumpang angkutan umum dengan
menggunakan pesawat udara diprediksi paling tinggi dibanding moda transportasi lainnya "
Sontak shubuh yang dingin ini menusuk tulang sekaligus menusuk konsentrasi saya.
karena kita tahu betul, bagaimana tiap tahunnya selalu diberitakan oleh awak media
tentang macet jalur darat
tentang macet jalur darat
Beliau menuturkan bahwa kenaikan ini didukung data jumlah penumpang angkutan udara
naik sebesar7.6% yaitu sebanyak 4.648.047, yang dibanding tahun sebelumnya yaitu 4.319.134
Walaupun saya belum terlalu percaya karena kata beliau masih 'prediksi', tapi saya jadi
ingat karya Yuswohady dalam bukunya yang berjudul Consumer 3000
Dalam buku tersebut menggambarkan betul pergeseran kelas menengah baru yang terjadi
pada Masyarakat Indonesia yang terhitung pada tahun 2010.
Yuswohady mengatakan, terlampauinya ambang batas baru menandakan jumlah kelas
menengah di Indonesia mulai signifikan.
Data Bank Dunia (2011) menunjukkan, konsumen menengah dengan kriteria pengeluaran US$ 220 per hari telah mencapai 134 juta jiwa; berarti lebih dari 50% penduduk Indonesia.
Mereka membentuk pasar yang sangat besar. Mereka merupakan pendorong
perkembangan ekonomi yang luar biasa.
Jika disambungkan dengan data hasil riset dalam Buku Consumer 3000 tersebut,
menyatakan bahwa masyarakat Indonesia memasuki babak baru dalam hal pendapatan.
sekilas memang kita bisa melihat disekitar kita. Perkembangan aktivitas ekonomi baru
mulai meningkat.
Mereka banyak memilih untuk kerja ataupun usaha. tidak heran juga banyak perusahaan
baru di Indonesia, baik itu start up hingga mayor. dan yang mengherankan lagi dari mereka,tidak sedikit dari mereka yang ternyata juga memiliki side job untuk untuk mencukupi
penghasilan tetapnya
Sehingga semakin tinggi pendapatan masyarakat, maka membuat kebutuhan mereka pun
semakin tinggi.
Kembali lagi pada berita dalam koran tersebut. Yang saya lihat dalam berita tersebut,
masyarakat Indonesia saat ini memiliki penghargaan lebih terhadap waktu bukan hanya
harga sehingga mereka yang berada pada kelas menengah baru tersebut lebih memilih
jalur udara agar lebih efisien.
Kita bisa juga flashback beberapa tahun yang lalu, ketika jalur darat seperti kereta api yang
membludak dikarenakan murah, cepat tapi tak aman. banyak yang menempati ruang atap
untuk bisa berpulang kampung. dan ternyata tidak sedikit juga yang akhirnya tidak jadi
pulang kampung, tetapi pulang ke rahmatullah akibat fenomena tersebut.
Selain itu, saat ini kita bisa lihat pemerintah pun tidak kalah menaikkan taraf fasilitas yang diberikan oleh masyarakat akibat atau dampak dari kelas menengah baru tersebut.
Didukung pula pihak swasta yang terus memberikan inovasi kepada masyarakat Indonesia. bisa dilihat dari aplikasi online untuk bermudik hingga transportasi moda lainnya.
Saya sangat bersyukur bisa melihat transformasi ini. tapi alangkah lebih bersyukurnya
ketika perubahan ini bisa dikontrol dengan keseimbangan antara kebutuhan, keinginan dan keseimbangan juga antara humanis dan hablu minallah.
Sehingga kita pun tidak terjerumus menjadi masyarakat kelas menengah yang hedonic
Sumber:
1. Harian Amanah Sulawesi selatan, Senin 4 Juli 2016
2. http://swa.co.id/swa/trends/marketing/8-wajah-kelas-menengah

Komentar
Posting Komentar